top of page

Tepat di Hari Anak Nasional, Maestro Dongeng Bali I Made Taro Wafat pada Usia 87 Tahun

DENPASAR - analisapost.com | Dunia anak dan kebudayaan Bali berduka. Maestro dongeng dan tradisi tutur Bali, I Made Taro, yang akrab disapa Kakek Guru, meninggal dunia pada Kamis (23/7/26) pukul 01.30 Wita di RS Bali Mandara, Denpasar, dalam usia 87 tahun.

Tepat di Hari Anak Nasional, Maestro Dongeng Bali I Made Taro Wafat pada Usia 87 Tahun
Tepat di Hari Anak Nasional, Maestro Dongeng Bali I Made Taro Wafat pada Usia 87 Tahun (Foto: Div)

Kepergiannya yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional menjadi simbol pengabdian panjangnya selama lebih dari setengah abad dalam mendidik dan melestarikan budaya melalui dunia anak.


Kabar duka tersebut dikonfirmasi pihak keluarga. Cucu pertama almarhum, Gede Tarmada Aditya Pratama atau yang akrab disapa Adit, mengatakan kepada awakmedia AnalisaPost, kondisi kesehatan Made Taro mulai menurun akibat gangguan pada sistem pencernaan yang kemudian berkembang menjadi komplikasi pernapasan hingga infeksi paru-paru. Kondisi tersebut membuat almarhum harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Bali Mandara.


"Beliau berpulang pukul 01.30 Wita, dini hari di RS Bali Mandara," ujar Adit. Ia menjelaskan, sebelum dirawat di ICU, sang maestro sempat mengeluhkan gangguan pada bagian perut. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.


"Awalnya beliau mengalami gangguan di perut. Kemarin kondisi beliau tambah drop. Dan pagi tadi berpulang," tuturnya.


Atas nama keluarga, Adit juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh rangkaian upacara pelepasan almarhum dapat berlangsung dengan lancar.


"Mohon doa teman-teman semua, dumogi beliau amor ing acintya,"Ā ucapnya.


Persiapan Upacara Ngaben

Pihak keluarga saat ini masih berkoordinasi mengenai pelaksanaan rangkaian upacara adat. Sesuai amanah dan permintaan terakhir almarhum, prosesi ngaben hingga ngelanus direncanakan dilaksanakan di Punduk Dawa, Kabupaten Klungkung.


"Untuk saat ini, jenazah Pekak Taro sudah disemayamkan di Rumah Duka Dharma Yadnya. Untuk kepastian tanggalnya masih menunggu informasi dari Punduk Dawa," jelas Adit.


Adapun jadwal penghormatan terakhir yang disampaikan pihak keluarga sebagai berikut:

  • Melayat:Ā Sabtu, 25 Juli 2026 mulai pukul 11.00 Wita.

  • Lokasi Rumah Duka:Ā RS Dharma Yadnya, Tohpati, Denpasar Timur.

  • Upacara Ngaben:Ā Minggu, 26 Juli 2026 mulai pukul 09.00 Wita.

  • Lokasi Kremasi:Ā Krematorium Punduk Dawa, Klungkung.


Pihak keluarga membuka kesempatan bagi masyarakat, sahabat, rekan, serta murid-murid almarhum yang ingin memberikan penghormatan terakhir.


Mewariskan Dongeng dan Budaya Bali

Bagi masyarakat Bali, Made Taro bukan sekadar seorang pendongeng. Sosok yang dikenal luas sebagai Kakek GuruĀ itu telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan sastra tutur, permainan tradisional (dolanan), serta gending rare sebagai bagian dari pendidikan karakter anak.

Melalui Sanggar KukuruyukĀ yang didirikannya pada 1979, I Made Taro konsisten mengenalkan nilai-nilai budaya Bali kepada generasi muda melalui cerita rakyat dan permainan tradisional. Almarhum yang lahir di Karangasem pada 1939 itu juga menghasilkan sejumlah karya penting, di antaranya Seni Tutur Sang Penolong, Seni Tutur Dari Rumah Dongeng, dan Dongengku Cerminku.


Dedikasinya dalam menjaga tradisi tutur mengantarkan Made Taro menerima berbagai penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah penghargaan yang pernah diterimanya antara lain Anugerah Sastra RancageĀ dan Widya Pataka. Ia juga pernah diundang untuk mendongeng di berbagai negara, seperti Australia, Singapura, hingga Afrika Selatan.


Kepergian Made Taro meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Bali, terutama kalangan pegiat seni, budaya, pendidikan, dan sastra tutur anak-anak. Selama lebih dari lima dekade, ia dikenal sebagai sosok yang konsisten melestarikan cerita rakyat, permainan tradisional (dolanan), serta gending rareĀ sebagai bagian dari pendidikan karakter anak.


Kini, sosok yang dikenal luas sebagai "Kakek Guru"Ā telah berpulang. Namun, warisan nilai, kisah-kisah penuh pesan moral, serta kecintaannya terhadap dunia anak diyakini akan terus hidup melalui karya-karya dan generasi yang pernah disentuh oleh tutur hangatnya.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya