Bazar Tani DASANI Jadi Wadah Promosi Produk Urban Farming Kota Surabaya
- analisapost

- 7 Jun
- 5 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Putra dan UPN Veteran Jatim yang tengah menjalani program magang di Bidang Pertanian Pangan dan Pertanian Kota Surabaya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, KaSurBoyo, PT Petrokimia Gresik (Solusi Agroindustri), Program Diktisaintek Berdampak, serta sejumlah mitra seperti Pilang Makmur Poktan, Kosagrha Lestari, Kelompok Wanita Tani Kedurus Asri, Kampung Oase Ondomohen, dan Kampung Pintar Tembok Gede menggelar Bazar Tani Vol. 4 DASANI (Dari Sayur Tani untuk Negeri).

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Chatime Taman Bungkul (Soulfull Hub by F&B ID), Jalan Raya Darmo Nomor 99 Surabaya, pada pukul 06.00-09.00 WIB tersebut menjadi wadah promosi hasil pertanian perkotaan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai urban farming dan ketahanan pangan.
Bazar Tani Vol. 4 menghadirkan berbagai produk pertanian segar hasil budidaya kelompok tani urban farming di Surabaya. Produk unggulan yang ditawarkan antara lain bayam brazil, pakcoy, selada, samhong, bayam merah, kangkung, serta berbagai sayuran segar lainnya yang dipanen langsung dari kebun kelompok tani.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa magang dengan DKPP Surabaya, Fajar Nur Rusli Agan PrasetyoĀ dari Program Studi Agribisnis Universitas Wijaya Putra, bersama Achmad Seswanto dan mendapat pendampingan dari mentor Adi Candra, dan Slaviyanti, S.Sos.
Selain sayuran segar, pengunjung juga dapat menemukan beragam produk olahan hasil pertanian seperti jus pakcoy, keripik bayam, teh telang, sinom, nugget sawi, toast, dan produk olahan lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh kampung sayur hidroponik yang menampilkan hasil budidaya masing-masing.
Fajar Nur Rusli Agan Prasetyo, mahasiswa Prodi Agribisnis Universitas Wijaya Putra Surabaya, sebagai Ketua Bazar Tani, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
"Pasar Tani ini kami selenggarakan sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan penjualan hasil pertanian di Kota Surabaya. Namun, kami juga ingin mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal konsep Eduwisata Urban Farming yang ada di Surabaya," kata Fatur kepada awak media AnalisaPost.

Menurutnya, sebanyak tujuh kelompok tani berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dengan tiga kelompok di antaranya merupakan kelompok tani binaan yang didampingi selama program magang berlangsung.
Fatur menjelaskan bahwa sebagian besar komoditas yang dibudidayakan kelompok tani di Surabaya adalah pakcoy dan selada. Selain mudah ditanam, kedua tanaman tersebut relatif tahan terhadap kondisi iklim serta cocok dikembangkan di lahan terbatas yang banyak dijumpai di kawasan perkotaan.
"Komoditas yang paling banyak dibudidayakan adalah pakcoy dan selada karena relatif mudah ditanam, tahan terhadap kondisi iklim, serta cocok dikembangkan di lahan terbatas seperti yang banyak ditemui di Surabaya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar pelaku urban farming yang tergabung dalam kelompok tani merupakan ibu rumah tangga dan warga lanjut usia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian.
"Sebagian besar anggota kelompok tani merupakan ibu rumah tangga dan warga lanjut usia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian. Karena itu, kami mendorong budidaya tanaman yang lebih mudah dikelola dan memiliki nilai ekonomi," tambahnya.
Selain mendukung pemasaran hasil panen, tim pendamping juga membantu kelompok tani dalam membangun identitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.
"Kami tidak hanya membantu memasarkan produk kelompok tani, tetapi juga mendampingi mereka mulai dari proses branding, pembuatan brosur, hingga pengenalan produk kepada masyarakat," jelas Fatur.
Melalui kegiatan tersebut, para petani dan pelaku urban farming dapat berinteraksi langsung dengan konsumen untuk memahami kebutuhan pasar dan peluang pengembangan usaha.
"Melalui Pasar Tani ini, kami mempertemukan petani secara langsung dengan konsumen agar mereka bisa melihat sendiri peluang pasar dan memahami bagaimana persaingan yang sebenarnya terjadi di lapangan," terangnya.
Fatur menyebutkan terdapat sekitar 15 jenis produk yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pakcoy, sawi, pagoda, tomat, hingga berbagai produk olahan hasil pertanian.
"Kami berani menawarkan harga yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas. Jadi bukan berarti harga yang terjangkau identik dengan kualitas yang rendah. Kami tetap mengutamakan kualitas terbaik agar mampu bersaing di pasar," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, PT Petrokimia Gresik turut ambil bagian sebagai mitra pendukung dalam pengembangan pertanian perkotaan di Surabaya. Perusahaan tersebut menghadirkan berbagai produk pupuk sekaligus memberikan konsultasi budidaya kepada masyarakat dan kelompok tani.
Muhammad Fajar Ismail, Junior Officer Lokas pasar dari PT Petrokimia Gresik mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam Bazar Tani merupakan bagian dari kolaborasi yang telah terjalin dengan DKPP Kota Surabaya dalam mendampingi kelompok tani binaan.
"Kegiatan Bazar Tani di Kota Surabaya ini merupakan kolaborasi yang sudah terjalin selama beberapa tahun. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendukung penjualan hasil panen sayuran, tetapi juga memberikan konsultasi terkait budidaya pertanian serta memperkenalkan produk-produk dalam negeri yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, PT Petrokimia Gresik membawa sekitar 24 produk yang terdiri atas pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk hayati untuk memenuhi kebutuhan petani maupun pelaku urban farming.
Baca Juga: BPS Jawa Timur Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Targetkan Pendataan Lebih dari 5 Juta Usaha
"Pada kegiatan ini, kami membawa sekitar 24 produk yang terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk hayati. Seluruh produk tersebut kami hadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku urban farming," jelas Fajar.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan di perkotaan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga mencakup aspek penghijauan, edukasi, dan pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif.
"Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat di desa, tetapi juga masyarakat perkotaan. Karena itu, melalui pembinaan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, kami ingin menanamkan mindset ketahanan pangan kepada masyarakat," ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku urban farming, PT Petrokimia Gresik juga menyediakan berbagai produk pupuk dalam kemasan ekonomis mulai dari 1 kilogram hingga 5 kilogram. Produk tersebut dapat diperoleh melalui platform digital seperti Shopee dan TikTok Shop, serta akan diperluas melalui aplikasi khusus yang sedang dipersiapkan perusahaan.
"Kami berharap program ini dapat membantu para petani maupun pelaku urban farming dalam memperoleh sarana pertanian yang lebih mudah diakses, sekaligus mendukung keberhasilan budidaya mereka," pungkasnya.

Dari pantauan awak media AnalisaPost, kegiatan Bazar Tani Vol. 4 DASANI berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.
Sejumlah stan kelompok tani dan pelaku urban farming ramai dikunjungi pengunjung yang membeli sayuran segar maupun produk olahan hasil pertanian.
Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Nanik Sukristina, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian perkotaan dan penguatan ketahanan pangan di Kota Surabaya.
Kegiatan ini turut didukung mahasiswa magang Program Studi Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur yang terdiri atas Salsalina Aprilia Br Ginting, Rakindra Putri Ardhini, Eunike Florentina Br Tarigan, Yona Leoni Br Simatupang, Jasmine Tifani Claudia Arisayu, Diana Intan Sari, Angelini Krisyandi Butar Butar, dan Erlinda Ophelia Dayanti.
Melalui Bazar Tani Vol. 4 DASANI, berbagai pihak berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dapat terus memperkuat ekosistem pertanian perkotaan di Surabaya sekaligus mendorong terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.(Dna/Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar